Old school Easter eggs.

Penutup.

            Kepada Kaum Syi’ah yang hatinya masih cinta kepada para Ahli Bait Nabi Shallallahu ‘alai wasallam, saya nukilkan satu nasehat dari Imam Asy Syaukani RA . Setelah beliau menyebutkan ijma’  melalui dua belas jalur periwayatan tentang keharaman mencela Sahabat  Radhiallahu ‘anhum, mengkafirkan dan memfasikkan salah seorang dari mereka, beliau berkata,” Wahai orang-orang yang merusak diennya dengan mencela Khoirul qurun dan melakukan suatu hal yang orang gilapun tak mengerjakanya…!  Jika kalian mengatakan,” Dalam mencela mereka kami berdasarkan Kitab”, maka engkau  telah berdusta dengan dakwaan ini. Orang yang pemahaman Qur’annya minim sekalipun akan jelas baginya bahwa Allah Azza wa Jalla telah ridho pada mereka akan kebaikan dan budi pekerti mereka. Al Qur’an juga menganjurkan untuk mendo’akan mereka. Jika kalian mengatakan,” Aku mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi wasllam.” Niscaya apa yang ada dalam kitab-kitab Sunnah yang shahih dari karangan Ahli Bait dan selainnya menentang dakwaanmu dengan nash-nash shorih tentang haramnya menghina Sahabat  Radhiallahu ‘anhum dan menyakiti Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan hinaan itu. Sedang mereka adalah Khoirul qurun dan  ahli jannah. Dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam wafat dalam keadaan ridho terhadap mereka. Apa yang terdapat dalam daftar-daftar berupa manaqib ( kisah perjalanan) mereka yang begitu banyak, seperti jihad mereka dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam kerelaan mereka menjual jiwa dan harta kepada Allah , rela meninggalkan keluarga, negri,orang-orang yang dicintai serta sahabat  karib demi dien dan memilih lari daripada harus tinggal bersama orang-orang Jahid (penentang). Berapa banyak orang yang menghimpun kisah ini dan tidak cukup baginya melainkan mesti dengan beberapa jilid buku.

            Barangsiapa yang membuka kitab-kitab sirah dan hadits akan mengetahui sesuatu yang luas tak terbatas tentang hal ini. Dan jika kalian , wahai para pencela, mengatakan bahwa kalian mengikuti ahlu bait dalam hal ini maka dalam risalah ini telah kami paparkan kepada kalian ijma’ mereka berupa kebalikan dari apa yang kalian katakan…….” Sampai akhir kata beliau dalam karangannya yang sangat berharga.

            Saya memohon kepada Allah, Robbil Arsyil Adhim agar menjadikan kita orang-orang yang mendengar satu perkataan lalu mengambil darinya hal yang baik. Ia Maha memberi lagi Mulia. Sholawat dan salam atas Nabi keluarga serta Sahabat  Radhiallahu ‘anhumnya. Wal hamdulillahi robbil “alamin.

 

Islamic Media Ibnuisa
Kritik & Saran
Counter
HOME